Memberi Sembako

Selalu ada cara untuk berbagi cinta dengan orang lain, karena setiap orang berharga dan penting. Sedikit cerita saat kami berbagi sembako yang kami lakukan minggu lalu.

Kami bertemu dengan salah satu wanita bernama Bu Mashita. Dia adalah wanita yang kuat. Namun kurang dari setahun kemudian ia mengidap kanker usus besar. Karena faktor ekonomi, Mashita tidak bisa memeriksakan kondisinya. Hari ini dia tinggal bersama kakaknya karena suaminya bekerja di luar pulau.

Ini bukan hal yang mudah. Namun ia memiliki keyakinan, tetap semangat, dan berserah diri kepada Tuhan atas kondisi yang ia alami saat ini. Kami tidak bisa berbicara terlalu lama karena Mashita harus istirahat karena tubuhnya masih lemah. Salah satu relawan kami juga menderita kanker dan dia dapat berbagi pengalamannya dan saling menguatkan melalui doa.

Mari bantu dan doakan Mashita. Dukungan Anda sangat berarti bagi pemulihan Mashita. Bersama kita bisa membantu lebih baik. Karena masalah privasi, kami tidak memotretnya. Gambar pertama di pos ini adalah staf kami dan gambar kedua adalah salah satu wanita yang kami berikan sembako.

Artikel Lainnya

____________________

Selamat Datang, Rizky

Selamat datang di rumah, Rizky, anak baru kami di rumah transisi! Sangat diberkati dan bahagia memiliki Rizky di rumah transisi kami yang bergabung dengan kami minggu lalu. Rizky adalah salah satu anak kami yang sedang belajar di kelas remaja kami dan memutuskan untuk tinggal di rumah transisi karena...

Selamat Wisuda, Anak Anak!

Merasa sedih tapi membanggakan untuk Sabtu malam ini. Tiga dari anak laki-laki kami di rumah transisi; Jayadi, Riski, dan Sovian lulus dari rumah transisi yayasan Free and Safe Indonesia. Mereka telah menyelesaikan masa tinggal mereka di rumah transisi dengan melakukan ...

Kelas Merajut

Free and Safe Indonesia with Free and Safe Indonesia Women menyelenggarakan kelas merajut hari ini,pada tanggal 19 dan 26 Januari. Anggreani yang pandai merajut kini mengajar ibu-ibu lain untuk belajar merajut. Anggreani adalah salah satu wanita dari teman teman di Free and Safe Women. Beberapa...

Anak Baru Kami! Deden

Tolong sambut Deden! Dia adalah anak baru kami yang tinggal di rumah transisi. Kami sangat senang Deden ada di sini bersama kami. Sebelum tinggal di rumah transisi, Deden tinggal bersama keluarganya di Garut. Deden saat ini sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah di salah satu sekolah negeri di Bandung....

Kelas Kreativ dan Bahasa Inggris

Ahkirnya, anak anak berhasil mengadakan pertunjukan wisuda untuk kelas Seni Kreatif dan Bahasa Inggris sore kemarin. Tentunya dengan protokol kesehatan Covid 19, semua tamu wajib cuci tangan, cek suhunya, selalu memakai ...

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Free and Safe team with Governor West Java Indonesia Mr. Ridwan Kamil, The heads of departments of Youth and Sport and Social Service.Indonesia does not have a specific program where juveniles newly released from prison get jobs, finish their education, or receive...

Distribution of Sembako

(18 December 2023) At the end of this year, we distributed Sembako again to the women who live at Cipedes residents. We are happy to see them smiling 🤗 We hope that the groceries we distribute can help to fulfill their daily needs and those of their families as well...

Hari Anak Nasional 2020

Selamat Hari Anak Nasional 2020! Di hari yang istimewa ini , Yayasan Indonesia Free and Safe diundang untuk menghadiri acara Hari Anak Nasional dan bertemu dengan pimpinan seluruh Lembaga Pemasyarakatan se-Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung, ...

WE BROKE THE GUINNESS WORLD RECORDS!

Free and Safe Indonesia Attempts to Break GUINNESS WORLD RECORDS for The Longest Marathon Playing Futsal with "Stop Human Trafficking" Theme On April 26-29, 2024, at the Gymnasium UPI, Free and Safe Indonesia attempted to break the GUINNESS WORLD RECORDS for the...

Selamat Rikzar

Setelah kehilangan kedua orang tuanya, Rikzar diharuskan untuk menjadi orang yang mandiri. Rikzar kehilangan ibunya karena kanker pada tahun 2015, dan ayahnya pada tahun 2016 karena stroke. Orang tua Rikzar memimpikan Rikzar untuk menjadi orang yang sukses. Dia sedang dalam proses untuk mewujudkan impian kedua orangtua nya untuk kehidupannya.

By Free and Safe Indonesia

Follow our Instagram
@freeandsafe.id
@fsiwomen

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Free and Safe Indonesia
id_IDIndonesian