Kelas Memasak

Desember 09, 2021

Ketika kami melihat potensi para wanita di sekitar kami dalam keterampilan memasak, kami memutuskan untuk mengadakan kelas memasak. Ini untuk melatih dan mempersiapkan mereka untuk mendapatkan penghasilan lebih bagi keluarga mereka masing-masing.

Minggu lalu kami mendapat teman dan relawan baru yang berprofesi sebagai chef. Dia adalah Chef Adji dan telah bekerja sebagai koki selama lebih dari sembilan tahun di Bali. Chef Adji memiliki pengalaman luar biasa dalam dunia kuliner. Kami mengadakan kelas memasak selama satu minggu untuk sembilan orang dalam suasana kelas yang menyenangkan dan informatif.

Chef Adji selalu memulai kelas memasak dengan menjelaskan setiap bahan yang mereka gunakan, tips memasak, menjaga bahan makanan tetap segar dan higienis. Setelah itu, ia akan mulai memasak dan memberikan contoh kepada para peserta sebelum mereka mencoba memasak sendiri.

Pada hari terakhir kelas, kami membahas penganggaran dasar untuk memulai bisnis makanan baru dari nol, hal-hal yang harus disiapkan, dan hal-hal lain.

Kelas telah berlangsung dengan luar biasa. Para peserta belajar banyak hal baru. Terima kasih kepada Food Lab di Cimahi yang telah menyediakan dapur untuk kami wujudkan di kelas ini. Juga kepada Chef Adji yang telah membantu kami, untuk membantu lebih banyak orang. Kami percaya harapan dan usaha yang telah dilalui di kelas ini tidak akan sia-sia tetapi akan menjadi berkah yang besar bagi kita semua.

Artikel Lainnya

____________________

Kami Menang!

Selamat untuk anak kami, Deden. Ia dan timnya berhasil meraih juara di Divisi Utama FJL Jawa Barat U-13. Mereka berkompetisi di Purwakarta dan memenangkan liga. Kami sangat bangga padamu! Teruslah berkarya #freeandsafeindonesia...

FSI Bali Kelas Inggris

Berita dari FSI Bali! Kami tahu bahwa pendidikan bahasa Inggris sangat penting di Indonesia tetapi tidak selalu mudah diterima oleh siswa. Kami telah lebih fokus dalam menyediakan kelas bahasa Inggris bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses untuk belajar bahasa Inggris. Selain kegiatan di...

Fikri, Anak Baru Kami

Kami ingin memperkenalkan anak laki-laki Baru kami di rumah transisi. Dia adalah anak laki-laki berusia 16 tahun bernama Muhammad Fikri Najib. Kami memanggilnya Fikri. Dia sangat menyukai sepak bola, sama seperti anak laki-laki kami yang lain. Sebelum tinggal di Bandung, ia tinggal bersama nenek dan bibinya. Ibu Fikri meninggal...

Pledge United

Today was the last day of the Pledge United program that we ran with our boys in the Juvenile Prison. Pledge United is an experiential football program that uses football to make boys aware of the issues of gender based violence within Indonesia. The hope of Pledge...

A Journey of Impact: Youth Team from America Visits FSI #FSIChangemakers

(20 October 2023) We were so grateful to welcome a youth team from America who visited us at the Free and Safe Indonesia Foundation! During their time with us, they visited every program we run from our kids’ program to the juvenile prison, and even joined us for home...

Mitra Gathering dan Penguatan Wali Masyarakat LPK Kelas 1 Bandung

Hari ini Indonesia Merdeka dan Aman diundang untuk menghadiri Gathering Partners dan Penguatan Penjaga Lapas Wanita Kelas 2A di Bandung. Acara ini sebagai ungkapan terima kasih atas kerjasama yayasan atau organisasi lain yang membantu, membina dan menjadi ...

Memberi Kembali Pada Masyarakat

Kami sangat bangga padamu Sovian! Sovian diminta memberikan pelatihan barista pribadi kepada sebuah perusahaan bernama Svarga, yang mengkhususkan diri pada penyembuhan melalui gerakan. Sudah kurang dari setahun sejak Sovian bergabung dengan Rumah Transisi kami. Sekarang Sovian menggunakan ...

Kacamata Baru untuk Riski

Salah satu anak laki-laki di kelas remaja kami memiliki mata yang tidak berfungsi dengan baik. Kami memutuskan untuk memberinya kacamata baru. Kacamata lamanya sudah rusak, dan saat di kelas Riski sangat kesulitan untuk membaca buku. Dia adalah anak yang cukup rajin, tetapi masalahnya adalah sulit untuk membaca ...

Selamat Rikzar

Setelah kehilangan kedua orang tuanya, Rikzar diharuskan untuk menjadi orang yang mandiri. Rikzar kehilangan ibunya karena kanker pada tahun 2015, dan ayahnya pada tahun 2016 karena stroke. Orang tua Rikzar memimpikan Rikzar untuk menjadi orang yang sukses. Dia sedang dalam proses untuk mewujudkan impian kedua orangtua nya untuk kehidupannya.

50 Sembako to support Bandung City Social Service

Last week we are involved to support Bandung City Social Service by donating 50 Sembako for nursing home, containing staple food items such as rice, cooking oil, granulated sugar, instant noodles, tea bags, and instant coffee. We hope that the people who receive these...

By Free and Safe Indonesia

Follow our Instagram
@freeandsafe.id
@fsiwomen

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Free and Safe Indonesia
id_IDIndonesian