Center of Hope

Hope is a word that touches our hearts. There are so many women and children that end up wasting their lives because they feel that their future is hopeless. But we believe that is not true, because God always gives each of us a second chance which means there is still hope.

This year Free and Safe rented one of the houses near the Transition Home. This new house is called Center of Hope. It is a place where we hope that in the future more women and children will find hope again through every program held in this house.

We have been doing several programs at the Center of Hope for 1 month and the enthusiasm, especially from the residents who live around the Center of Hope, is extraordinarily remarkable.

Our early activities were introductions to the surrounding communities. After that, we hold classes on learning how to read, English classes for children, and ceramic classes for mothers. These activities run regularly every week.

May Center of Hope be a safe home, furthermore, give new colors and hope to everyone.

     

Artikel Lainnya

____________________

Sepatu untuk the Boys

Bali Update FSI 📣 Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan supporter kami yang telah memberikan sepatu untuk dibagikan kepada anak laki-laki kami di penjara remaja di Karangasem, Bali. FSI Bali mendistribusikan sepatu untuk anak laki-laki agar mereka bisa berlatih sepak bola atau melakukan aktivitas sehari-hari...

Kelas Memasak

Ketika kami melihat potensi para wanita di sekitar kami dalam keterampilan memasak, kami memutuskan untuk mengadakan kelas memasak. Ini untuk melatih dan mempersiapkan mereka untuk mendapatkan penghasilan lebih bagi keluarga mereka masing-masing. Minggu lalu kami mendapat teman dan relawan baru yang berprofesi sebagai chef. Dia adalah Chef Adji dan telah...

Welcome Reza!

(28 August 2023) We decided to help Reza by giving him a job at Free and Safe. Now Reza has joined the FSI staff team and helps us with household chores. We are grateful to welcome Reza to our team. Hopefully, Reza can become a more responsible and independent person....

DIY (Do It Yourself)

Dompet Kulit Baru buatan Rizki! Kami memiliki relawan baru yang suka membuat dompet, ikat pinggang, dan barang-barang lainnya menggunakan bahan kulit. Kemarin Rizki belajar membuat dompet kulit dengan tangannya sendiri, dengan bantuan Andrew, relawan baru kami. Rizki mampu mengikuti setiap...

Kelas Membaca FSI

Kelas baru di FSI.Kami membuka Kelas Membaca untuk anak-anak yang belum lancar membaca. Tujuan kami adalah untuk mempersiapkan anak-anak yang akan kembali ke sekolah tetapi mengalami kesulitan dalam membaca. Ibu mereka juga mengatakan cukup sulit untuk mengajar anak-anak membaca dengan...

Online Classes

Kelas Zoom Online untuk kelas kreatif dan bahasa Inggris bulan ini. Karena situasi pandemi yang belum selesai dan pemerintah kota Bandung memberlakukan PPKM, yayasan harus ditutup sementara. Bulan ini kami memulai kelas online agar anak-anak tetap bisa...

Fikri, Anak Baru Kami

Kami ingin memperkenalkan anak laki-laki Baru kami di rumah transisi. Dia adalah anak laki-laki berusia 16 tahun bernama Muhammad Fikri Najib. Kami memanggilnya Fikri. Dia sangat menyukai sepak bola, sama seperti anak laki-laki kami yang lain. Sebelum tinggal di Bandung, ia tinggal bersama nenek dan bibinya. Ibu Fikri meninggal...

sharEmotion

Ini dia !! Ini adalah hari yang dinanti-nantikan✨ Program wanita yang baru! Setelah sekian lama kami memiliki program di penjara kami menemukan bahwa hal yang paling dibutuhkan untuk membantu mereka adalah teman! Ya, mereka butuh teman. Teman-teman yang ada untuk mereka, berdoa bersama mereka, bermain bola voli, ...

Leather Craft Training – The Boys

Fikri and Reza took part in a short 2-month training starting in May to make handicrafts from leather materials with Andrew. The training is held 2x a week every Monday and Thursday. Fikri and Reza was taught how to make a wallet at their first meeting, and how to...

Selamat Rikzar

Setelah kehilangan kedua orang tuanya, Rikzar diharuskan untuk menjadi orang yang mandiri. Rikzar kehilangan ibunya karena kanker pada tahun 2015, dan ayahnya pada tahun 2016 karena stroke. Orang tua Rikzar memimpikan Rikzar untuk menjadi orang yang sukses. Dia sedang dalam proses untuk mewujudkan impian kedua orangtua nya untuk kehidupannya.

By Free and Safe Indonesia

Follow our Instagram
@freeandsafe.id
@fsiwomen

0 Komentar

Free and Safe Indonesia
id_IDIndonesian